AdvertorialDPRD KALTIM

Songsong IKN, Komisi III Bahas Perkeretaapian Kaltim Bersama Dishub

×

Songsong IKN, Komisi III Bahas Perkeretaapian Kaltim Bersama Dishub

Sebarkan artikel ini
Komisi III DPRD Kaltim saat membahas infrastruktur perkeretaapian bersama Dishub Kaltim. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Balikpapan – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim membahas tindak lanjut proyek pembangunan perkeretaapian di Kaltim, dalam menyongsong hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) Nusantara.

“Proyek perkeretaapian di Kalimantan Timur telah dicanangkan cukup lama, dan kini telah mencapai titik terang karena efek dari pemindahan ibu kota negara,” ucap Sekretaris Dishub Kaltim Yuki Subekti di Balikpapan, Selasa (26/3/2024).

Dijelaskannya, keberadaan kereta api publik nanti akan menjadi transportasi andalan menyambut kehadiran IKN, yang menuntut adanya peningkatan layanan transportasi masal di wilayah tersebut.

Yuki membeberkan, koordinasi intensif telah dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk Otorita IKN dan DPRD, untuk memastikan realisasi pembangunan kereta api ke depan.

“Kami telah menyampaikan rencana ini kepada anggota dewan terhormat dan berharap mendapat dukungan penuh,” katanya.

Berkaitan dengan rute jalur rel, Yuki menyampaikan bahwa studi awal telah dilakukan dan prioritas sementara diberikan pada jalur dari Tenggarong ke Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, Kaltim.

“Kami memprioritaskan jalur yang mendukung ibu kota provinsi terlebih dahulu, sambil menunggu studi lanjutan untuk jalur lainnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Komisi III DPRD Kaltim Veridiana Huraq Wang menekankan bahwa, memasukkan rencana perkeretaapian ke dalam program pemerintah itu sangat penting.

“Kaltim sudah saatnya memiliki kereta api,” ucap Veridiana.

Ia pun menerangkan, rencana awal kereta api adalah untuk angkutan batu bara khusus, namun di masa depan diharapkan dapat melayani penumpang dan barang umum.

Lebih lanjut, studi yang dilakukan menunjukkan bahwa penganggaran untuk proyek ini memerlukan pertimbangan lebih lanjut mengingat besarnya investasi yang dibutuhkan.

“Kita harus memastikan visibilitas dan kelayakan proyek sebelum mengalokasikan anggaran yang sangat besar,” tutup Veridiana. (HMAdv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 6