AdvertorialPemkot Samarinda

Wali Kota Samarinda Jamin Proses SPMB 2025 Bebas Intervensi, Masyarakat Diminta Aktif Awasi

×

Wali Kota Samarinda Jamin Proses SPMB 2025 Bebas Intervensi, Masyarakat Diminta Aktif Awasi

Sebarkan artikel ini
Andi Harun (tengah), bersama Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin (kanan) dan Plt Asisten, I Suwarso (kiri), dalam konferensi pers pengawasan SPMB 2025 di Balai Kota. (Foto : Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025, Pemerintah Kota Samarinda menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan proses seleksi secara adil dan transparan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun dalam konferensi pers di Anjungan Karangmumus, Balai Kota Samarinda, pada Senin (02/06/2025).

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Andi Harun didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Asli Nuryadin, serta Plt Asisten I, Suwarso.

Ia menggarisbawahi bahwa tahun ini, SPMB akan dikawal ketat oleh tim khusus yang dibentuk untuk mencegah segala bentuk kecurangan, titipan, maupun intervensi pihak luar.

“Kami ingin pastikan bahwa proses ini berjalan jujur dan tanpa campur tangan siapa pun. Tim pengawasnya akan bekerja langsung di bawah koordinasi saya,” tegas Andi Harun.
Langkah ini merupakan respons atas berbagai keluhan masyarakat dalam pelaksanaan SPMB di tahun-tahun sebelumnya, yang menyoroti potensi penyimpangan dalam seleksi siswa.

Menurut Andi Harun, pemerintah tidak akan membiarkan celah penyalahgunaan sistem yang dapat merugikan hak anak untuk memperoleh pendidikan secara adil.

Sebagai bagian dari upaya transparansi, Pemkot juga membuka akses pelaporan publik. Warga bisa menyampaikan aduan atau laporan dugaan pelanggaran melalui berbagai kanal resmi: nomor WhatsApp 0852-4646-3799, situs inspektoratsamarindakota.go.id, akun Facebook Inspektorat Samarinda, dan Instagram @inspektoratsamarinda. Laporan yang masuk akan diproses selama disertai bukti valid.

SPMB tahun ini tetap mengacu pada empat jalur penerimaan, yaitu zonasi, afirmasi, prestasi, dan perpindahan tugas orang tua. Andi Harun memastikan bahwa seluruh jalur tersebut akan diawasi ketat agar tidak dimanfaatkan secara tidak sah.

“Kalau ada yang mencoba bermain-main dengan sistem ini, akan kami tindak tegas. Tidak ada toleransi untuk pelanggaran,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa sistem penerimaan siswa masih memiliki sejumlah tantangan teknis yang harus dibenahi. Namun menurutnya, yang terpenting adalah adanya kemauan untuk terus memperbaiki.

“SPMB ini memang belum sempurna, tapi setiap tahun kami belajar dan terus evaluasi. Tujuannya satu: memberikan akses pendidikan yang setara bagi semua anak Samarinda,” tambahnya.

Menutup konferensi pers, Andi Harun mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam mengawasi jalannya proses seleksi, sekaligus membangun budaya partisipatif dalam dunia pendidikan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Keberhasilan proses ini juga bergantung pada pengawasan publik. Mari bersama kita jaga agar PPDB tahun ini jadi awal yang baik menuju pemerataan pendidikan di kota kita,” tandasnya. (Adv/RM)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

30 + = 32