AdvertorialDispar Kukar

Wisata Agro dan Taman Loa Duri Ilir, Solusi Kreatif Desa untuk Manfaatkan Lahan Kosong

×

Wisata Agro dan Taman Loa Duri Ilir, Solusi Kreatif Desa untuk Manfaatkan Lahan Kosong

Sebarkan artikel ini
Wisata agro dan taman di Desa Loa Duri Ilir. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Tenggarong – Lahan kosong di Desa Loa Duri Ilir, Kabupaten Kutai Kartanegara, tidak dibiarkan sia-sia. Desa ini memiliki ide kreatif untuk mengubah lahan kosong menjadi wisata agro dan taman yang menarik. Wisata ini menjadi salah satu sumber pendapatan bagi desa dan pelaku UMKM dan BUMDes di sana.

Wisata agro dan taman ini berlokasi di pinggir bukit. Pengunjung bisa melihat berbagai tanaman yang ditanam di lahan kosong, seperti salak pondok, jambu kristal, dan ikan. Pengunjung juga bisa memetik dan membeli hasil panen mereka. Selain itu, ada juga kolam pemancingan yang bisa dinikmati oleh pengunjung.

Selain wisata agro, desa ini juga memiliki Taman Loa Duri Ilir yang sedang direnovasi. Taman ini menyediakan wahana rekreasi seperti flaying fox dan kolam renang. Renovasi yang dilakukan bertujuan untuk memperbesar dan memperbaiki fasilitas wisata.

Kepala Desa Loa Duri Ilir, Fakhri Rasyad, mengatakan bahwa wisata ini dibangun dengan menggunakan dana desa. Ia mengatakan bahwa wisata ini merupakan bentuk dukungan terhadap kemandirian ekonomi kreatif di desanya.

“Pariwisata yang kita bangun cukup mendatangkan pengunjung. Ada wisata agro dan wisata yang sedang renovasi ini, yakni Taman Loa Duri Ilir,” ujarnya, Kamis (23/11/2023).

Fakhri menambahkan bahwa wisata ini dikelola secara mandiri oleh pemerintah desa. Bantuan dari pihak ketiga hanya bersifat insidentil, seperti pengerukan sampah. Ia berharap bahwa renovasi bisa selesai secepatnya, karena minat masyarakat terhadap wisata lokal sangat baik.

“Alhamdulillah sejauh ini kas untuk BUMDes sendiri sudah mencukupi dari pengelolaan wisata. Ini tentunya dana yang didapatkan akan dikelola kembali, seperti pelebaran wahana atau perbaikan jalan yang rusak,” tuturnya.

Wisata agro dan taman ini menunjukkan bahwa desa bisa berkreasi dengan lahan kosong. Wisata ini tidak hanya menghibur pengunjung, tetapi juga mengajarkan mereka tentang pentingnya bercocok tanam. (RS/Adv/DisparKukar)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + 1 =