AdvertorialDiskominfo KukarPemkab Kukar

Anggaran Minim Tak Halangi Disdikbud Kukar Jalankan Program Strategis Pendidikan

×

Anggaran Minim Tak Halangi Disdikbud Kukar Jalankan Program Strategis Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Tenggarong — Meskipun alokasi anggaran 2025 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara lebih banyak diarahkan untuk belanja pegawai dan kebutuhan operasional, program-program peningkatan kualitas pendidikan dipastikan tetap berjalan. Dari total Rp2,2 triliun, hanya sekitar Rp200 miliar yang dapat digunakan untuk mendanai kegiatan non-rutin.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menyatakan bahwa keterbatasan ruang fiskal tersebut tidak menjadi alasan untuk menunda atau mengurangi kegiatan-kegiatan strategis. Fokus utama adalah menjaga agar dampak dari program tetap dirasakan secara nyata oleh peserta didik dan tenaga kependidikan.

“Kalau kita lihat anggaran Rp2,2 triliun itu tampak besar, tetapi setelah dipotong untuk pembayaran gaji dan operasional, yang tersisa hanya sekitar Rp200 miliar,” kata Thauhid.

Dengan keterbatasan dana tersebut, Disdikbud Kukar tetap mengalokasikan anggaran untuk pengadaan alat peraga, rehabilitasi dan pembangunan fasilitas pendidikan, serta pelatihan guru. Thauhid menegaskan bahwa efisiensi belanja menjadi strategi utama untuk menjamin keberlangsungan program tersebut.

“Kami telah melakukan efisiensi sekitar Rp30 miliar sampai Rp40 miliar agar program utama tetap bisa dijalankan,” jelasnya.

Ia menambahkan, efisiensi tersebut dilakukan secara menyeluruh dan terukur. Langkah-langkah yang diambil termasuk memangkas kegiatan yang tidak berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan seperti perjalanan dinas dan kegiatan administrasi yang tidak prioritas.

“Kami berkomitmen penuh agar semua program yang mendukung peningkatan mutu pendidikan tetap berjalan, bahkan harus lebih berkembang dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Menurut Thauhid, pemanfaatan anggaran harus lebih diarahkan pada hasil yang nyata dan berdampak langsung terhadap peserta didik. Oleh karena itu, seluruh program dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaannya.

Dengan pendekatan tersebut, Disdikbud Kukar berharap dunia pendidikan tetap tumbuh positif di tengah tantangan fiskal yang dihadapi. (Ky/Adv/DiskominfoKukar)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

67 − 66 =