UpdateNusantara.id, Kutai Kartanegara – Langit Tenggarong pagi itu tak hanya disapa mentari, tapi juga deru baling-baling helikopter yang mendarat di halaman Gedung PKM Kutai Kartanegara. Di dalamnya, Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, bersama Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan jajaran Forkopimda Kaltim, tiba untuk meninjau kesiapan Perhitungan Suara Ulang (PSU) di wilayah yang menjadi sorotan Pilkada tahun ini.
Kamis (17/4/2025) menjadi hari penting bagi Kukar. Di tengah suhu politik yang mulai memanas menjelang PSU 19 April, kehadiran para tokoh penting itu seolah membawa pesan: demokrasi harus dijaga dengan damai.
Salah satu titik yang dituju adalah TPS Khusus 901 di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Tenggarong. Dari 325 warga binaan, 71 orang tercatat memiliki hak suara. Di tempat itulah, Hasanuddin Mas’ud, yang akrab disapa Hamas menyerahkan tali asih kepada para petugas TPS. Sebuah gestur sederhana, tapi sarat makna solidaritas.
“TPS ini menjadi awal dari perjalanan kami di Kukar hari ini,” ujar Hamas. “Saya berharap pada hari H pelaksanaan, suasana tetap kondusif.”
Tak hanya menyoroti aspek teknis PSU, Hamas juga menekankan pentingnya kerja sama semua pihak untuk menjaga ketenangan di tengah kontestasi yang memanas. Ia menyampaikan pesan langsung kepada Forkopimda dan seluruh stakeholder Pilkada agar menjadi pilar kestabilan demokrasi.
“Saya kira teman-teman Forkopimda dan semua stakeholder mendukung pelaksanaan Pilkada berjalan dengan aman,” tegasnya.
Sementara itu, distribusi logistik ke seluruh TPS yang tersebar di wilayah Kukar telah rampung dilakukan. Ini menjadi penanda bahwa semua pihak sedang bersiap menyambut PSU bukan hanya sebagai proses administratif, tetapi juga sebagai panggung kedewasaan demokrasi di daerah.
Dari langit Kukar hingga balik ke ruang-ruang TPS, pesan hari itu amat jelas, suara rakyat adalah amanah dan menjaga ketenangan saat ia dihitung ulang, adalah bentuk penghormatan tertinggi pada demokrasi itu sendiri. (HM/Adv/DPRDKaltim)















