AdvertorialDPRD KALTIM

Di Tengah Gempuran Zaman, Firnadi Ikhsan Serukan Kembali Semangat Kebangkitan

×

Di Tengah Gempuran Zaman, Firnadi Ikhsan Serukan Kembali Semangat Kebangkitan

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Udara Samarinda pagi itu terasa berbeda. Di tengah aktivitas kota yang terus bergerak, gema Hari Kebangkitan Nasional kembali mengisi ruang publik dengan ingatan akan sejarah perjuangan bangsa.

Bagi Firnadi Ikhsan, anggota Komisi I DPRD Kalimantan Timur, momen ini lebih dari sekadar seremoni tahunan—ia adalah cermin refleksi dan panggilan untuk bangkit bersama.

Duduk di ruang kerjanya yang sederhana, Firnadi berbicara tentang semangat Boedi Oetomo, organisasi yang menjadi penanda awal kebangkitan nasional pada 1908.

“Kita harus warisi semangat itu. Semangat untuk bersatu, belajar, dan membangun negeri dengan visi yang besar,” ucapnya mantap.

Ia menilai bahwa generasi muda Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan yang jauh berbeda dari masa lampau. Bukan lagi penjajahan fisik, tetapi penetrasi budaya, informasi, dan teknologi yang bisa menggoyahkan fondasi bangsa jika tak diantisipasi dengan baik.

Karena itu, ia mengajak agar nilai-nilai nasionalisme dan pendidikan menjadi benteng utama.

“Negara tak boleh abai. Kehadiran negara harus nyata—dalam kebijakan, perlindungan, dan keberpihakan kepada anak-anak muda yang hari ini sedang menata masa depan mereka,” ujarnya.

Peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema “Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat”—sebuah seruan untuk kembali merajut kekuatan kolektif di tengah dunia yang makin kompetitif dan kompleks.

Firnadi melihat tema itu sebagai penegasan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan Indonesia yang tangguh dan sejahtera.

Ia pun menyoroti perlunya anggaran negara dialokasikan secara optimal untuk sektor pendidikan, teknologi, dan digitalisasi.

“Kita harus ciptakan SDM yang tidak hanya unggul, tapi juga punya identitas dan karakter kebangsaan yang kuat,” tegasnya.

Bagi Firnadi, pembangunan tak hanya soal infrastruktur fisik, tapi juga soal jiwa bangsa. Ia meyakini bahwa nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 harus terus dijaga sebagai fondasi utama bernegara.

“Menjaga kedaulatan bukan hanya tugas tentara, tapi juga tugas kita semua—dengan ilmu, dengan karakter, dan dengan semangat kebangkitan yang tak pernah padam,” tutupnya.

Di tengah derasnya arus globalisasi dan derasnya distraksi digital, suara seperti Firnadi menjadi pengingat: bahwa kebangkitan bukan sekadar peristiwa sejarah, tapi sebuah sikap—untuk terus belajar, bersatu, dan membangun Indonesia dengan hati. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 6 = 3