AdvertorialDPRD KALTIM

DPRD Kaltim Soroti Ketimpangan Anggaran Ibu Kota Provinsi

×

DPRD Kaltim Soroti Ketimpangan Anggaran Ibu Kota Provinsi

Sebarkan artikel ini
Sekertaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Di balik gemerlapnya lampu kota dan riuhnya geliat urban yang tak pernah tidur, Samarinda terus bekerja lebih keras dibanding kota-kota lain di Kalimantan Timur.

Kota yang berdiri tegak sebagai ibu kota provinsi ini tak hanya menanggung beban administratif, tapi juga menjadi pusat denyut ekonomi dan sosial wilayah Benua Etam. Namun di balik segala vitalitasnya, muncul pertanyaan: apakah Samarinda mendapat perhatian yang layak?

Darlis Pattalongi, Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, tak ingin pertanyaan itu mengambang begitu saja. Ia mengangkat suaranya, mendesak agar alokasi anggaran untuk Samarinda ditingkatkan secara signifikan.

Menurutnya, dinamika yang begitu kompleks di kota tepian ini sudah semestinya dijawab dengan dukungan anggaran yang memadai dari Pemerintah Provinsi.

“Samarinda adalah wajah Kalimantan Timur. Perkembangannya jauh lebih cepat dibanding kota lain. Namun ironisnya, perhatian anggaran sering kali belum sebanding dengan beban yang dipikul,” ujar Darlis saat ditemui di sela rapat komisi.

Ia menyebut, tantangan pembangunan di Samarinda tak hanya bersumber dari dalam, melainkan juga berasal dari kebijakan dan aktivitas pemerintah provinsi yang terpusat di kota ini.

Mulai dari persoalan infrastruktur yang belum merata, permasalahan lingkungan yang terus mendesak, hingga kompleksitas sosial yang kian mengemuka.

“Sebagian besar permasalahan itu justru merupakan konsekuensi dari posisinya sebagai pusat pemerintahan. Maka, wajar jika Samarinda meminta dukungan lebih besar. Ini bukan egoisme, ini soal keadilan pembangunan,” tegas politisi yang dikenal vokal ini.

Darlis juga menyoroti fakta bahwa dengan jumlah penduduk terbanyak di Kalimantan Timur, Samarinda membutuhkan dukungan fiskal lebih agar bisa melayani warganya secara optimal.

Ia menegaskan, pemberian bantuan keuangan yang lebih besar kepada ibu kota tidak akan merugikan daerah lain, justru akan memberi efek positif secara menyeluruh.

“Langkah-langkah strategis yang dilakukan Wali Kota Samarinda sudah menunjukkan dampak positif, bahkan menjalar ke daerah sekitarnya. Ini artinya, jika kota ini maju, maka daerah lain pun ikut terdongkrak,” katanya.

Meskipun Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Samarinda menunjukkan tren peningkatan, Darlis menilai hal itu belum cukup.

“Tantangan kita terlalu besar. Peningkatan PAD memang menggembirakan, tapi belum cukup untuk menjawab persoalan urbanisasi, banjir, hingga layanan dasar masyarakat yang masih perlu dibenahi,” ujarnya.

Ia berharap, Pemerintah Provinsi Kaltim membuka mata dan memberi perhatian yang lebih konkret, terutama dalam bentuk peningkatan dukungan anggaran.

“Sudah saatnya kita berhenti melihat Samarinda sebagai kota yang bisa menyelesaikan semuanya sendiri. Kita harus hadir, mendukung, dan memastikan bahwa keberhasilan pembangunan di sini akan menjadi keberhasilan bersama bagi seluruh Kalimantan Timur,” pungkas Darlis, penuh harap. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

27 − = 25