UpdateNusantara.id, Samarinda – Di sudut paling barat Kalimantan Timur, Mahakam Ulu (Mahulu) menyimpan cerita tentang hutan lebat, sungai panjang, dan desa-desa yang seakan terpisah dari dentuman pembangunan. Namun ada satu cerita lagi yang kini jadi sorotan, para calon aparatur sipil negara (ASN) yang mundur perlahan setelah tahu mereka harus mengabdi di sana.
Fenomena ini mencuat ke permukaan, dan Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, tidak tinggal diam. Bagi Ekti, ini bukan soal sekadar penempatan kerja—ini soal komitmen, soal sumpah, soal niat awal mengabdi kepada negara.
“Ketika seseorang memilih jadi ASN, maka ia telah memilih jalan pengabdian. Tapi ketika tahu akan ditempatkan di Mahulu lalu mundur, artinya ada yang belum selesai dalam niat itu,” ujarnya dengan nada datar, tapi penuh makna.
Ekti memahami, Mahulu bukan tempat yang mudah. Akses terbatas, fasilitas minim, dan jauh dari kenyamanan kota besar. Tapi ia juga percaya, di balik tantangan itu ada ladang pengabdian yang sesungguhnya.
“ASN bukan soal besar kecilnya gaji. Tapi seberapa besar keinginan kita untuk membangun. Di mana pun kita ditempatkan,” katanya.
Tak berhenti di sana, Ekti juga menyoroti akar masalah yakni ketimpangan sumber daya manusia. Ia menilai, selama Mahulu terus bergantung pada ASN dari luar daerah, maka masalah penolakan penempatan ini akan terus berulang.
“Pendidikan orang lokal harus ditingkatkan. Kalau orang Mahulu sendiri yang jadi ASN, mereka tidak akan lari. Mereka justru akan bangga membangun tanah kelahirannya,” ucapnya, sembari menyuarakan pentingnya investasi pendidikan di wilayah tertinggal.
Baginya, perubahan harus dimulai dari dalam. Dari sekolah-sekolah di kampung, dari pelatihan vokasi yang tepat sasaran, dari mimpi anak-anak Mahulu yang ingin jadi guru, perawat, insinyur, atau pegawai negeri, tanpa harus meninggalkan tanah leluhurnya.
“Pemerintah harus aktif mencetak SDM lokal. Karena membangun daerah itu bukan soal beton dan aspal, tapi soal manusianya,” tutur Ekti, mengakhiri pernyataannya dengan harapan. (HM/Adv/DPRDKaltim)















