AdvertorialDPRD KALTIM

Rusman: Perlu Akselerasi Pengembangan Pendidikan untuk Penuhi Tenaga Kerja IKN

×

Rusman: Perlu Akselerasi Pengembangan Pendidikan untuk Penuhi Tenaga Kerja IKN

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Ya’qub. (Foto: Ist)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, Samarinda – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Rusman Ya’qub mengaku sejauh ini Kaltim belum bisa berkontribusi secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Ibu Kota Negara (IKN).

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi lantaran masih ada keterbatasan dalam persiapan skil dari tenaga kerja yang dimiliki, sementara IKN memerlukan spesifikasi tertentu.

“Maka dari itu yang harus kita lakukan ke depannya ialah bagaimana kita melakukan akselerasi, bahkan menurut saya tidak hanya sekedar akselerasi, tapi harus ada lompatan yang harus kita lakukan dan segera kerjakan untuk menyiapkan anak-anak kita terutama di Kaltim yang masuk pada usia kerja,” kata Rusman saat diwawancarai awak media, Rabu (7/2/2024).

Ia menjelaskan, setidaknya ada dua cara yang dapat dilakukan, yakni melakukan percepatan dalam pengembangan pendidikan vokasi melalui jalur SMK yang ada, kemudian melakukan lompatan terhadap balai–balai latihan kerja.

“Bahkan bila perlu, balai – balai yang ada di bawah naungan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, harus kita dorong untuk melahirkan kerja sama dengan lembaga swasta yang bisa memberi ruang kepada mereka untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil,” jelasnya.

Lebih lanjut, perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, harus didorong supaya program studi (prodi) yang diampu itu sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan di IKN maupun di luar IKN.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga mengatakan, dunia pendidikan vokasi harus segera dibenahi terutama pada tiga unsur pokok, yang pertama bagaimana melakukan modernisasi sarana dan prasarana proses pembelajarannya, terutama kepada tempat prakteknya harus di modernisasi yang berbasis pemutakhiran teknologi yang berkemajuan.

Kedua, lanjut Rusman, tenaga asesor dan guru harus terakreditasi secara baik dan mutakhir, sehingga kompetensinya semakin bagus. Kemudian terakhir tentunya metode pembelajaran itu sendiri.

“Kalau kita mampu mempercepat, saya yakin kita bisa memenuhi standarisasi itu,” ujarnya.

Lebih dari itu, Rusman juga menekankan bahwa kita harus mendorong pihak swasta serta LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) di bawah naungan Provinsi Kaltim untuk ikut terlibat supaya bisa berkontribusi dalam meningkatkan daya saing dan keterampilan skil dari anak-anak di Kaltim.

“Dengan itu saya meyakini bahwa kita akan mampu menjawab tantangan itu semua,” tegasnya. (HM/Adv/DPRDKaltim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

51 − = 48