UpdateNusantara.id, Samarinda – Jalan Tol Balikpapan–Samarinda yang membelah hutan dan bukit Kalimantan Timur kini makin ramai digunakan masyarakat, tapi ada satu jalur lama yang perlahan dilupakan.
Jalan poros Samarinda–Balikpapan, yang dulu menjadi nadi utama mobilitas antarkota, kini mengalami degradasi serius.
Lubang menganga, genangan air saat hujan, serta aspal yang mulai terkelupas menjadi pemandangan sehari-hari di ruas Kilometer 13 hingga Kilometer 24.
Meski banyak kendaraan pribadi dan truk logistik kini beralih ke tol, jalan poros ini belum benar-benar ditinggalkan.
“Jalan ini masih vital, terutama untuk warga yang sehari-hari menggunakan motor. Jangan sampai karena ada tol, jalan lama dibiarkan rusak,” ujar Abdulloh, Ketua Komisi III DPRD Kaltim.
Suara Abdulloh bukan tanpa dasar. Banyak warga yang tinggal di desa atau kawasan pinggir jalan poros masih sangat bergantung pada akses ini, baik untuk ke pasar, ke sekolah, maupun ke tempat kerja. Ia menegaskan, jalan poros bukan sekadar jalur alternatif, tapi tulang punggung bagi masyarakat yang tak tersentuh kenyamanan jalan tol.
Jalan poros ini sebagian besar berstatus nasional, yang berarti kewenangan perbaikannya berada di tangan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim. Abdulloh pun mendesak agar baik pemerintah pusat maupun provinsi tak menutup mata.
“Kami minta agar ada perhatian lebih. Jangan tunggu sampai ada korban atau kerusakan makin parah,” katanya.
Dalam pengamatannya, kerusakan di beberapa titik sudah masuk kategori rawan kecelakaan, terutama saat malam hari atau musim hujan.
Maka dari itu, ia meminta adanya tindakan cepat berupa pemeliharaan berkala atau perbaikan menyeluruh di titik-titik kritis.
Bagi pengendara motor seperti Andi, warga Loa Janan, jalan poros bukan hanya soal akses, tapi soal keamanan dan kecepatan.
“Kalau jalannya rusak terus, kami yang naik motor harus ambil risiko. Bisa-bisa jatuh kalau nginjak lubang saat hujan,” katanya.
Sementara jalan tol menawarkan kecepatan dan kenyamanan bagi sebagian orang, jalan poros tetap menyimpan denyut kehidupan banyak warga. Dan lewat sorotan DPRD Kaltim, harapan agar jalan ini tak sepenuhnya dilupakan pun kembali mengemuka. (HM/Adv/DPRDKaltim)















