AdvertorialDPRD Samarinda

Deni Dorong Samarinda Kembangkan Wisata Buatan, Belajar dari Keberhasilan Jogja

×

Deni Dorong Samarinda Kembangkan Wisata Buatan, Belajar dari Keberhasilan Jogja

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto : MRD)
Example 468x60

UpdateNusantara.id, SAMARINDA – Samarinda dinilai perlu memiliki arah pengembangan pariwisata yang lebih terencana agar mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus menambah pendapatan asli daerah (PAD).

Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan ialah mengembangkan destinasi wisata buatan dengan mencontoh pendekatan yang diterapkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menilai sektor pariwisata tidak semestinya hanya dipandang sebagai sarana rekreasi. Jika dikelola secara serius, sektor ini berpotensi membuka peluang kerja, memperluas pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mengurangi ketergantungan daerah terhadap pendapatan dari sumber daya alam, termasuk pertambangan.

Menurut Deni, pemerintah kota perlu mengambil peran lebih besar dalam merancang konsep wisata yang sesuai dengan karakter Samarinda. Potensi Sungai Mahakam, yang selama ini menjadi bagian penting dari aktivitas perdagangan dan kehidupan masyarakat, dapat dikembangkan bersama berbagai bentuk destinasi buatan.

Ia mencontohkan Yogyakarta sebagai daerah yang mampu mengembangkan daya tarik wisata melalui perencanaan dan keterlibatan pemerintah, tidak semata-mata mengandalkan keindahan alam.

“Kalau melihat Jogja, pemerintahnya ikut membangun ekosistem pariwisata, termasuk menghadirkan tempat-tempat wisata buatan. Pola seperti itu bisa menjadi bahan pembelajaran bagi Samarinda,” ujar Deni.

Ia menjelaskan, keberhasilan pengembangan destinasi wisata tidak cukup bertumpu pada pembangunan objek wisata. Pemerintah juga harus memastikan tersedianya fasilitas pendukung, akses yang memadai, serta ruang bagi pelaku usaha lokal untuk mengambil manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan.

Dukungan terhadap UMKM, lanjutnya, juga perlu menjadi bagian dari perencanaan. Kemudahan perizinan bagi usaha yang terhubung dengan aktivitas pariwisata dapat membantu menciptakan lingkungan usaha yang lebih berkembang.

“Perlu ada dukungan pemerintah, mulai dari penyediaan fasilitas penunjang, pendampingan UMKM, sampai kemudahan perizinan usaha yang berkaitan dengan pariwisata,” katanya.

Deni mengapresiasi sejumlah langkah yang mulai dilakukan Pemerintah Kota Samarinda bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menata potensi wisata daerah. Salah satu yang menjadi perhatian ialah rencana pengembangan kawasan Bukit Steling.

Meski demikian, ia berpandangan bahwa keterbatasan destinasi wisata alam tidak seharusnya menjadi penghalang bagi Samarinda untuk menarik wisatawan. Pemerintah justru perlu mengoptimalkan potensi yang telah tersedia dan mengolahnya menjadi daya tarik yang memiliki nilai ekonomi.

“Samarinda perlu memaksimalkan apa yang sudah dimiliki sekarang. Potensi yang ada bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata jika ditangani dengan konsep yang tepat,” tuturnya.

Walaupun pengembangan pariwisata bukan bidang utama Komisi III DPRD Samarinda yang menjadi lingkup tugasnya, Deni menegaskan pentingnya penyusunan peta jalan atau roadmap pariwisata.

Dokumen tersebut diperlukan agar program pemerintah memiliki sasaran yang jelas dan saling terhubung dalam jangka panjang.

Menurutnya, perencanaan itu harus mencakup pengalaman wisatawan sejak tiba di Samarinda, menentukan tujuan kunjungan, memilih transportasi, hingga menemukan lokasi kuliner dan pusat oleh-oleh. Kejelasan informasi dan kemudahan akses akan membantu wisatawan menikmati berbagai potensi yang ditawarkan kota ini.

“Orang yang datang ke Samarinda seharusnya punya gambaran jelas mengenai tempat yang bisa dikunjungi, transportasi yang digunakan, serta lokasi untuk berwisata kuliner atau membeli oleh-oleh. Semua itu perlu dirancang dalam satu arah pengembangan,” tukasnya. (MRD/Adv/DPRDSamarinda)

Example 120x600